Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Friday, January 29, 2010

Wisatawan asing pun ikut menari Joged Bumbung di Tanah Lot, Bali



Denpasar (Wisata FM News) – Di objek wisata Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali digelar Festival Joged Bumbung. Joged Bumbung merupakan tari pergaulan yang sangat populer di Bali, tari ini memiliki pola gerak yang agak bebas, lincah dan dinamis, yang diambil dari Legong maupun Kekebyaran dan dibawakan secara improvisatif. Biasanya dipentaskan pada musim sehabis panen, hari raya, dan hari penting lainnya. Tari joged ini merupakan tarian berpasangan, laki-laki dan perempuan dengan mengundang partisipasi penonton. Tarian ini juga membutuhkan kelincahan gerak tubuh dan mata dari penarinya, dengan sesekali penarinya bergoyang ala dangdut.

Tarian ini diiringi dengan gamelan Tingklik bambu berlaras Slendro yang disebut Grantang atau Gamelan Gegrantangan. Tarian ini muncul pada tahun 1946 di Bali Utara dan kini Joged Bumbung dapat dijumpai hampir di semua desa dan merupakan jenis tari joged yang paling populer di Bali.

Hal yang menarik terjadi pada saat Festival Joged Bumbung di kawasan objek wisata Tanah Lot ini adalah adanya keterlibatan wisatawan asing maupun domestic, sebagai peserta. Para peserta tersebut diberi merchandise berupa kalender dan video dalam bentuk VCD berisi promosi objek wisata Tanah Lot.

Dengan aneka gerak tari yang tidak beraturan, sejumlah wisatawan asing dan domestik dengan berpakaian adat Bali dan menjadi peserta Joged Bumbung, justru sering menimbulkan gelak tawa hadirin, sehingga suasana bertambah meriah.

Kegiatan yang bertujuan melestarikan budaya Bali yang beraneka ragam itu, dihadiri berbagai kalangan, sekaligus memperingati Tahun Kunjungan Museum Indonesia 2010 dan menyongsong agenda besar festival seni Tanah Lot yang dijadwalkan digelar pertengahan tahun ini.

Pengurus Badan Pengelola Objek Wisata Tanah Lot berharap melalui festival joged bumbung akan turut memacu kreativitas dalam seni dan budaya bagi para pelaku seni di Tabanan.

Manager Operasional Objek Wisata Tanah Lot, I Made Sujana, berharap pelibatan wisatawan yang ikut menari bersama para peserta festival, juga akan memberikan kesan tersendiri, yang akan menjadi bagian dari promosi dari mulut ke mulut.

Selama ini, katanya, objek Wisata Tanah Lot konsisten dalam melestarikan budaya Bali yang beraneka ragam, diawali kegiatan festival seni Tanah Lot tahun 2009.

Wisatawan yang ikut menari, semuanya memakai pakaian tradisional Bali berupa sarung dan selendang yang diikatkan di pinggang.

Pada festival ini, panitia mensyaratkan kesopanan gerak bagi para penari maupun wisatawan yang ikut menari, termasuk dilarang mempertontonkan aksi porno dan vulgarisme.

Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keaslian budaya Bali, khususnya tari joged yang dulunya merupakan tarian pergaulan yang sopan dan jauh dari kesan vulgar. (edited by Prabunajwan)

Sumber : www.antaranews.com

Foto : Courtesy of www.youtube.com