Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Wednesday, October 14, 2009

Warna Danau Kelimutu, di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa TenggaraTimur kini berubah lagi, malah semuanya menjadi hijau muda dalamsepekan terakhir


ENDE, - Warna Danau Kelimutu, di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur kini berubah lagi, malah semuanya menjadi hijau muda dalam sepekan terakhir. Perubahan terakhir terjadi pada Desember 2008, yaitu pada danau Tiwu Ata Polo dari warna cokelat kehitaman menjadi hijau tua, sedangkan saat ini menyusul danau Tiwu Ata Mbupu yang sebelumnya hijau kehitaman berubah menjadi hijau muda.

Warna air danau Tiwu Ata Mbupu sama den gan danau Tiwu Nua Muri Koo Fai yang memang dominan hijau sejak diteliti oleh B.C.Ch.M.M van Suchtelen tahun 1915. Perubahan warna dari hijau kehitaman ke hijau muda itu berlangsung sekitar Senin (5/10), pekan lalu.

"Biasanya perubahan warna danau terjadi dalam hitungan tahun. Perubahan juga biasanya pada satu kawah, tapi kali ini dalam waktu 8 bulan sudah terjadi perubahan pada dua kawah," kata Kepala Balai Taman Nasional (BTN) Kelimutu, Gatot Soebiantoro, Rabu (14/10), di Ende.

Namun Gatot menyayangkan, peristiwa unik tiada duanya di muka bumi yang baru terjadi itu pihak BTN Kelimutu belum dapat menjelaskan secara ilmiah perubahan warna air di kawah danau dengan ketinggian 1.690 meter di atas permukaan laut tersebut.

Warna air danau Kelimutu pernah diteliti oleh tim Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia tahun 2007 ketika warna danau Tiwu Ata Polo masih cokelat kehitaman, lalu danau Tiwu Nua Muri Koo Fai berwarna hijau muda, dan Tiwu Ata Mbupu, hijau lumut.

Fenomena perubahan air danau Kelimutu saat ini relatif cepat. Oleh karena itu Gatot berpendapat, sebaiknya ada semacam stasiun riset geologi untuk wilayah Flores, sehingga fenomena alam seperti sekarang jika ada ahli di bidangnya yang berkantor di Ende, maka akan lebih cepat terpantau aktivitas Gunung Kelimutu yang masih aktif itu, sekaligus dengan hasil analisis ilmiahnya.

Sumber : Kompas.com

Tuesday, October 13, 2009

Julia Roberts Diundang Pesta di Puri Ubud

Jakarta - Kedatangan aktris Hollywood Julia Roberts syuting film di Ubud, Bali dimanfaatkan oleh Bupati Gianyar sebagai promosi pariwisata. Pemeran film bertajuk 'Eat, Pray, Love' ini bakal dijamu di Puri Ubud.

Rencana menjamu aktris cantik ini disampaikan oleh Bupati Gianyar Anak Agung Cokorda Sukawati di Kantor PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Bali, jalan Tjokorda Agung Tresna, Denpasar, Selasa (13/10/2009).

"Rencananya kita akan mengundang Julia Roberts untuk acara welcome party atau dinner di sela-sela syuting film di Ubud," kata Cok Ace panggilan Bupati Gianyar yang juga Ketua PHRI Bali ini.

Pesta penyambutan atau santap malam tersebut, menurut Cok Ace bakal digelar di dalam areal Puri Ubud. Ia beralasan, Puri Ubud yang merupakan simbol dari masyarakat Gianyar sangat cocok untuk menyambut aktris terkenal dunia.

Hanya saja, ia belum mengetahui apakah ajakan tersebut bakal dipenuhi oleh aktris cantik ini. "Kita sudah menyampaikan kepada perwakilannya di Indonesia. Mudah-mudahan saja ia bersedia," seloroh Cok Ace.

Cok Ace menambahkan, syuting film Julia Roberts akan berdampak positif bagi pariwisata Bali dan Indonesia di kancah internasional. "Mungkin dampaknya tidak bisa kita rasakan langsung melainkan akan dirasakan dikemudian hari," ujarnya.

Dalam menyelesaikan film ini, Julia Robert syuting di tiga negara, yaitu Italia, India, dan Bali (Indonesia). Julia Roberts direncakan syuting sejak 16 Oktober 2009 selama dua pekan. Salah satu lokasi syuting adalah mongkey forest dan jalan pedesaan di Ubud. "Kita mempersilahkan jika ia menggunakan Puri Ubud sebagai lokasi syuting," ujar Cok Ace.
(gds/fjr)

Sumber : Detik

Wednesday, October 07, 2009

HEMAT LISTRIK BERSAMA, UNTUK MENGHINDARI PEMADAMAN BERGILIR

Denpasar- PT. PLN Regional Bali akan melakukan pemeliharaan (C-Inspection) terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang berada di Gilimanuk. Pemeliharan ini akan berlangsung mulai pukul 00.00 Wita pada tanggal 10 Oktober hingga 6 Desember 2009.

Dengan pemeliharaan PLTG Gilimanuk yang memiliki daya kapasitas 130 MW ini, akan berdampak kurangnya pasokan listrik di Bali. Menurut General Manager PT PLN Regional Bali, Bapak Arifuddin, "Bali memerlukan pasokan daya dengan beban puncak tercatat paling tinggi adalah 493 MW". Saat ini total daya mampu kelistrikan Bali sebesar 562 MW yang berasal dari tiga pembangkit yaitu PLTG Gilimanuk 130 MW, PLTG Pemaron 80 MW dan PLTG/G Pesanggaran 152 MW ditambah kabel laut dari Jawa 200 MW. Dengan adanya proses pemeliharaan PLTG Gilimanuk, pasokan Listrik hanya menjadi 432 MW. ini berarti jika beban puncak 493 MW, Bali kekurangan daya 61 MW.

Ariffudin menambahkan bahwa beban puncak (493 MW) tersebut adalah catatan tertinggi dari PLN, yang pada kenyataannya masyarakat sudah mulai untuk berhemat, sehingga beban puncak dari 493 MW dapat berkurang. Menyinggung masalah pemadaman listrik bergilir, beliau mengatakan masyarakat janganlah panik, janganlah terburu-buru untuk membeli Genset. PLN telah menerbitkan rencana pemadaman listrik bergilir mulai pukul 18.00 - 23.00 Wita, berikut area dengan pemadaman.

Pemadaman listrik ini akan dilakukan jika memang beban puncak kebutuhan listrik Bali tidak dicukupi oleh pembangkit pembangkit yang ada. "Kami optimis, PLN masih dapat memenuhi kebutuhan listrik di Bali, dengan dukungan masyarakat dan para pengusaha lokal, sehingga pemadaman tersebut dapat kami minimalisir", tambahnya.

Untuk menutupi defisit daya tersebut, dihimbau kepada seluruh pelanggan untuk hemat 100 Watt pada saat beban puncak (18.00-23.00 Wita). Hal ini setara dengan kita mematikan empat (4) titik lampu di rumah atau kantor kita. Jika 740.000 pelanggan PLN Bali melakukan hal ini maka berarti 74 MW akan dapat dihemat pada saat beban puncak.

Hal senada pun dihimbaukan kepada para pengusaha dan pengelola hotel serta bisnis pariwisata lainnya, yang notabene-nya menggunakan daya 30% dari kebutuhan listrik di Bali. Para pengelola dan juga pengusaha bisnis pariwisata di Bali, dihimbau untuk mengurangi aktifitas pada beban puncak. Dengan cara ini, para pengusaha dan pengelola bisnis pariwisata khususnya hotel turut pula membantu masyarakat kecil agar mereka masih dapat menikmati listrik tanpa harus terkena pemadaman bergilir.

Pemeliharaan PLTG Gilimanuk harus segera dilakukan, karena sudah tertunda akibat adanya gelaran pesta demokrasi. Jika tidak dilakukan segera, ditakutkan akan berdampak lebih buruk, yaitu Bali Blackout.

"Sekali lagi, jangan panik akan ada pemadaman bergilir. Mari kita sama-sama menghemat listrik. Dengan kita sama-sama melakukannya, berarti kita akan terus mendapatkan pasokan listrik yang cukup pada saat beban puncak, sehingga pemadaman itu tidak terjadi", tutup Arifuddin dalam Jumpa Pers pada hari Rabu, 7 September 2009 di Denpasar. (Prabunajwan)